Nilai UN yang dijadikan sebagai kunci apakah siswa lulus atau tidak setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun memang menjadi hal yang dilematis bagi sekolah dan dinas yang terkait. Di satu sisi, ini merupakan sebuah program dalam meningkatkan kualitas kompetensi lulusan. Namun, di sisi lain, bila input siswa yang dimiliki kemampuannya minim, ditambah fasilitas yang kurang memadai dan kondisi-kondisi lainnya yang kurang menunjang untuk peningkatan kualitas siswanya, maka kekhawatiran akan hasil UN yang mengakibatkan banyaknya siswa tidak lulus adalah sangat beralasan.
Selamat Datang di Blog Strategi Pembelajaran !!! Mengungkap Strategi, Metode, Pendekatan ,Teknik dan taktik mengajar. Kumpulan Soal Ujian Nasional,Bank Soal, Motivasi, Info Beasiswa dan Kuis pendidikan.
Showing posts with label strategi pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label strategi pembelajaran. Show all posts
METODE MEMBIMBING DISKUSI
Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun masyarakat, setiap orang dihadapkan kepada masalah-masalah yang menuntut adanya pengambilan keputusan. Untuk itu dibutuhkan forum diskusi (musyawarah) guna melatih keterampilan pengambilan keputusan atau kata sepakat.
Dalam proses pembelajaran tujuan yang hendak dicapai tidak terbatas pada pengetahuan saja, melainkan juga pembentukan keterampiIan dan sikap.Karena itu menuntut adanya model pembelajaran yang dapat melibatkan potensi peserta didik secara optimal, yaitu suatu model pembelajaran yang menekankan penggunaan metode diskusi kelompak dalarn pelaksanaanya. Kegiatan ini memungkinkan peserta didik untuk menguasai konsep-konsep materi untuk memecahkan suatu masalah melalui proses berpikir kritis, percaya diri, berani berpendapat secara kritis dan positif serta mampu berinteraksi dengan temannya.
Diskusi kelompok kecil, yaitu percakapan dalam kelompok yang memenuhi syarat:
Sukses memilih Metode Mengajar
Semua metode mengajar sama. Semua mendeskripsikan kegiatan belajar-mengajar daya upaya mencapai tujuan pembelajaran. Metode mengajar mendeskripsikan interaksi antara guru dengan siswa dalam proses belajar. Metode mengajar mendeskripsikan pengalaman belajar siswa yang berproses sehingga jelas pentahapannya. Dari metode dapat kita lihat bagaimana pengalaman belajar siswa berkembang sehingga siswa menguasai pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan menguatkan sikap yang terbentuk melalui proses belajar.
Ketrampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Dalam mengawali proses pembelajaran yang sering di lakukan guru, antara lain : mengabsen kehadiran dan menertibkan peserta didik, menyuruh peserta didik untuk menyiapkan alat tulis menulis dan buku pegangan, mengisi daftar hadir dan mengakhirinya dengan tugas rumah.Kegiatan ini beium dapat dikategorikan sebagai membuka dan menutup pelajaran.Karena belum tentu dapat mengajak peserta didik untuk memusatkan perhatiannya terhadap materi yang akan disajikan.
Keterampilan membuka peiajaran adalah kegiatan guru dalam mengawali proses pembelajaran untuk menciptakan suasana siap mental sehingga menimbulkan perhatian peserta didik terhadap materi yang akan dipelajari.
Keterampilan menutup pelajaran adalah kegiatan guru untuk mengakhir proses pembelajaran.
Tujuan Penggunaan
Strategi Menguasai Kompetensi “Istilah Akuntansi”
Dewasa ini soal Ujian Nasional (UN) dan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang diselengarakan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( d/h Kementerian Pendidikan Nasional ) menggunakan istilah akuntansi dalam menamai akun dalam soal uji siklus akuntansi.
Strategi MengHemat Pulsa HP dan atau Modem komputer !!!!
Dewasa ini HP dan internet sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat modern, perlu kita ketahui, bahwa saat ini di Indonesia sudah tercatat lebih dari 160 juta pengguna HP dan Internet menggunakan modem termasuk Anda ( Harian Seputar Indonesia, 30 April 2010 ).
Apakah Anda pengguna internet. Bagaimana dengan pulsa internet Anda? Membengkakah atau normal-normal saja? Nah, agar Anda bisa menghemat pulsa internet Anda mesti simak kiat dari pakar internet ITB, Onno W. Purbo. Nah, berikut tipsnya :
Strategi Memetik Manfaat dari Buku
Pengunjung ke :

blog counter
blog counter
Mau tahu cara mengambil manfaat dari buku? Yup, bukan hanya buku, juga ebook, video, audio, seminar, pelatihan dan produk informasi lainnya. Bukankah kita sering mendengar perkataan “ebook sampah”, buku yang tidak bermanfaat, motivasi sesaat, dan perkataan-perkataan sejenisnya?
Seringkali yang menjadi masalah adalah bukan pada produk informasinya. Anda tidak akan pernah kaya dengan membaca buku “Think And Grow Rich“. Serius! Bob Proctor bisa kaya bukan dengan membaca buku tersebut, tetapi dengan mengaplikasikan buku tersebut.
“Tapi… terlalu banyak buku… pusing.”
Ini dia cara mengatasinya…
METODE PEMBERIAN TUGAS
Metode pemberian tugas adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan menugaskan peserta didik untuk melakukan serangkaian kegiatan di luar jam pelajaran tatap muka. Serangkaian kegiatan yang ditugaskan dapat berbentuk, seperti: membuat kliping, majalah dinding, ikhtisar atau ringkasan dari buku dan sebagainya.
Pelaksanaan tugas dilakukan secara individu atau kelompok. Karena tugas dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, maka metode pemberian tugaa dikalangan peserta didik Iebih dikenaI dengan istilah pekerjaan rumah (PR). Dengan pemberian tugas dalam diri peserta didik akan tumbuh kreativitas dan kebiasaan untuk melakukan serangkaian latihan dan kegiatan belajar di Iuar tatap muka di samping memperoleh serangkaian pengetahuan atau ketrampilan. Guru tidak dapat meninggalkan metode ini, karena untuk menguasai seluruh ruang lingkup bahan pelajaran tidak mungkin hanya dibatasi dengan proses pembelajaran di kelas saja.
Metode ini diterapkan dengan tujuan:
Ketrampilan Mengelola Kelas
Keberhasilan guru dalam mengajar tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor yang langsung berhubungan dengan proses pembelajaran saja, tetapi juga ada faktor lain yaitu kemampuan dalam mencegah timbulnya tingkah laku peserta didik yang mengganggu jalannya proses pembelajaran serta kondisi fisik yang tersedia dan pengolahannya. Misal: peserta didik ngantuk, enggan mengerjakan tugas, terlambat masuk kelas, suka mengganggu teman, mengajukan pertanyaan aneh, kelas kotor, kursi banyak kutu busuk dan sebagainya.Metode Ceramah
Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui peng-gunaan metode pembelajaran.
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini senantiasa bagus bila pengunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, di-dukung alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggu-nannya.
Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digu-nakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini selain disebabkan oleh bebera-pa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru atau pun siswa. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses penge-lolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga dengan siswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses bela-jar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar. Metode ceramah merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran eks-positori.
1. Kelebihan dan Kelemahan Metode Ceramah
Ada beberapa kelebihan sebagai alasan mengapa ceramah sering digunakan.
- Ceramah merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’ untuk dilakukan. Murah dalam arti proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan su-ara guru, dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
- Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
- Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
- Melalui ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas, oleh karena se-penuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan cera-mah.
- Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi le-bih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting kelas yang beragam, atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang rumit. Asal siswa dapat menempati tempat duduk untuk mendengarkan guru, maka ceramah sudah dapat dilakukan.
Di samping beberapa kelebihan di atas, ceramah juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:
- Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru. Kelemahan ini memang kelemahan yang pa-ling dominan, sebab apa yang diberikan guru adalah apa yang dikuasai-nya, sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan tergantung pada apa yang dikuasai guru.
- Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terja-dinya verbalisme.
- Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah se-ring dianggap sebagai metode yang membosankan. Sering terjadi, walau pun secara fisik siswa ada di dalam kelas, namun secara mental siswa sa-ma sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran; pikirannya me-layang ke mana-mana, atau siswa mengantuk, oleh karena gaya bertutur guru tidak menarik.
- Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa su-dah mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika siswa di-beri kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada seorang pun yang bertanya, semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.
2. Langkah-langkah Menggunakan Metode Ceramah Ada tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yakni persiapan, pe-laksanaan dan kesimpulan. Langkah-langkah tersebut diantaranya adalah:
- Tahap Persiapan
Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah:
1) Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
2) Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
3) Mempersiapkan alat bantu.
- Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini ada tiga langkah yang harus dilakukan:
1) Langkah Pembukaan.
Langkah pembukaan dalam metode ceramah merupakan langkah yang menentukan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukan oleh langkah ini.
2) Langkah Penyajian.
Tahap penyajian adalah tahap penyampaian materi pembelajaran de-ngan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode pembe-lajaran, maka guru harus menjaga perhatian siswa agar tetap terarah pada materi pembelajaran yang sedang disampaikan.
3) Langkah Mengakhiri atau Menutup Ceramah.
Ceramah harus ditutup dengan ringkasan pokok-pokok matar agar materi pelajaran yang sudah dipahami dan dikuasai siswa tidak terbang kembali. Ciptakanlah kegiatan-kegiatan yang memungkinkan siswa tetap mengingat materi pembelajaran.
Perlu diperhatikan, bahwa ceramah akan berhasil baik, bila didukung oleh metode-metode lainnya, misalnya tanya jawab, tugas, latihan dan lain-lain.
Metode ceramah itu wajar dilakukan bila:
(a) ingin mengajarkan topik baru,
(b) tidak ada sumber bahan pelajaran pada siswa,
(c) menghadapi se-jumlah siswa yang cukup banyak.
Demikian artikel ini disusun semoga bermanfaat, dengan harapan memberikan masukan dari pengunjung .
Demikian artikel ini disusun semoga bermanfaat, dengan harapan memberikan masukan dari pengunjung .
Ketrampilan Bertanya (1)
Pada hakekatnya bertanya adalah inti dari mengajar.Dalam proses pembelajaran, pertanyaan cenderung untuk kepentingan yang ditanya.Untuk itu latihlah keberanian peserta didik untuk bertanya sehingga mereka terarah ke indikator dan terhindar dari hal yang menyesatkan.
Di samping itu menurut John Dewey, bahwa: "berpikir adalah bertanya". Dengan mengajukan pertanyaan secara berencana, peserta didik diantarkan untuk berpikir kritis, kreatif dalam proses dan hasil belajar. Pertanyaan yang tersusun dengan baik sebenarnya Iebih dari separo terjawab.Satu gambar dapat bernilai seribu kata, dan satu pertanyaan yang tepat dapat bernilai seribu gambar.
Strategi Bersikap Lebih Optimistis
Jika Anda sering berpikir secara negatif terhadap orang lain ataupun terhadap situasi yang berat, bukan berarti Anda tidak dapat berpikir positif. Anda dapat mengubah cara berpikir negatif menjadi positif. Tidaklah sulit untuk melakukannya, namun membutuhkan waktu dan latihan untuk membuat kebiasaan baru ini. Berikut ini beberapa cara untuk lebih optimistis dan memiliki pikiran dan sikap yang positif.
• Periksa diri Anda
Sewaktu Anda berpikir bahwa Anda tidak akan bisa menikmati suatu peristiwa buruk atau tidak akan sukses melakukan suatu tugas, segera singkirkan pikiran itu. Berfokuslah pada hal positif yang akan dihasilkan.
Lakukan pemeriksaan secara berulang. Jika pikiran negatif lebih banyak, maka segera alihkan dengan pikiran positif.
• Ikuti gaya hidup sehat
Berolahraga tiga kali sehari dapat mengubah suasana hati menjadi positif dan mengurangi stres. Pola makan yang sehat juga mempengaruhi pikiran dan tubuh. Serta coba mengelola stres Anda.
• Nikmati pekerjaan
Berupayalah menikmati pekerjaan Anda. Tidak soal pekerjaan Anda, carilah aspek-aspek yang menyenangkan Anda.
• Cari teman yang positif
Carilah teman-teman yang memandang kehidupan dengan positif. Orang-orang demikian adalah orang yang optimis dan selalu mendukung Anda dengan memberi saran yang baik.
Sebaliknya jika Anda dikelilingi oleh orang-orang pesimis, akan meningkatkan stres Anda bahkan membuat Anda ragu untuk mengelola stres dengan cara yang sehat.
• Hadapi dan terima
Hadapilah situasi yang dapat Anda kendalikan; berupayalah menerima situasi yang tidak dapat Anda kendalikan.
• Miliki rasa humor
Cobalah untuk tersenyum dan tertawa khususnya saat menghadapi saat yang sangat sulit. Carilah kejadian yang mengundang tawa dalam kegiatan sehari-hari. Rasa humor yang baik membantu seseorang memiliki pikiran, emosi, dan perilaku yang lebih positif.
• Catat hal baik
Setiap hari, catatlah tiga hal baik yang Anda alami.
• Aturan sederhana
Jangan katakan apapun kepada diri Anda sesuatu yang tidak ingin Anda katakan ke orang lain.
Memang untuk bersikap optimistis sangatlah tidak mudah. Bencana alam, beban hidup, dan juga musibah bisa terjadi yang membuat banyak orang merasa sulit untuk berpikiran positif. Namun dengan berupaya bersikap optimis dan berpikir positif akan menghasilkan kehidupan yang lebih sehat dan lebih memuaskan. Jangan menyerah! Sumber : http://kumpulan.info
Pengunjung ke :blog counterDiseño Web
Komponen Keterampilan Memimpin Diskusi.
Komponen Keterampilan Memimpin Diskusi.
a. Memusatkan perhatian dengan jalan :
· Merumuskan tujuan pada awal diskusi dan mengenalkan topik atau masalah yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan yang mengugah rasa ingin tahu
· Menyatakan masalah-masalah khusus dan menyatakan kembali bila terjadi penyimpangan
· Mencatat perubahan-perubahan yang tidak relevan yang mengakibatkan penyimpangan dari tujuan atau masalah pokok yang dipecahkan
· Merangkum hasil pembicaraan pada tahap-tahap tertentu sebelum melanjutkan masalah berikutnya
b. Memperjelas masalah atau urutan pendapat sehingga peserta diskusi mendapat gambararn yang sama tentang apa yang dikernukakan dan membantu mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik.Adapun caranya:
· Menguraikan kembali gagasan peserta didik yang kurang jelas itu hingga menjadi jelas (dimengerti oleh anggota kelompok).
· Meminta komentar peserta diskusi yang lain dengan mengajukan pertanyaan yang membantu memperjelas/ mengembangkan ide
· Menguraikan gagasan peserta didik dengan memberikan informasi tambahan atau contoh-contoh sehingga mudah dimengerti
c. .Menganalisis pendapat peserta didik, dengan jalan:
· Mengajukan pertanyaan kunci yang menantang peserta didik untuk berpikir.
· Memberikan contoh baik verbal maupun non verbal
· Menghangatkan suasana dengan pertanyaan yang mengundang perbedaan pendapat
· Memberi waktu yang cukup untuk berpikir tanpa diganggu oleh komentar guru
· Memberikan dukungan terhadap urun peserta didik dengan jalan mendengarkan dengan penuh perhatian, memberikan komentar yang positif, sikap yang bersahabat, mimik yang memberikan penguatan
d. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi, yang dilakukan dengan jalan:
· Mencoba memancing peserta didik yang malu-malu mengeluarkan pendapat
· Mencegah terjadinya pembicaraan yang serentak dengan memberi giliran pada peserta didik yang pendiam lebih dulu
· Mencegah secara bijaksana peserta didik yang memonopoli pembicaraan
· Mendorong peserta didik mengomentari urunan pikiran temannya sehingga interaksi antar peserta didik dapat ditingkatkan
· Jika terjadi jalan buntu karena perbedaan pendapat dapat dicari jalan pemecahan masalah secara alternatif
e. Menutup diskusi dengan cara
· Membuat rangkuman hasil diskusi dengan bantuan peserta didik
· Memberi gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi atau tentang topik diskusi yang akan datang
· Mengajak peserta didik menilai proses maupun hasil diskusi yang telah dicapai dengan cara observasi, wawancara, skala sikap dan sebagiannya. Dengan ini peserta didik menyadari peran dan penampilannya dalam diskusi dan merupakan balikan untuk perbaikan yang akan datang.
Agar guru menguasai ke lima keterampilan diatas dengan baik hendaknya menghindari hal-hal sebagai berikut:
· Menyelenggarakan diskusi dengan topik yang tidak sesuai dengan minat peserta didik dan latar belakang pengetahunnya
· Mendominasi pembicraraan dengan pertanyaan yang terlampau banyak dan jawaban yang banyak pula
· Membiarkan peserta didik tertentu monopoli pembicaraan
· Membiarkan terjadinya penyimpangan atau pembicaraan yang tidak relevan
· Tergesa-gesa meminta respon peserta didik atau terus mengisi waktu dengan berbicara, peserta didik tidak sempat berpikir
· Membiarkan peserta didik enggan berpartisipasi
· Tidak memperjelas atau mendukung urtrn pendapat peserta didik
· Gagal mengakhiri diskusi secara efektif.
Sumber : sukarni uir di 19:16
METODE PEMBERIAN TUGAS
Menghadapi Ujian Nasional dan LKS
Metode pemberian tugas adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan menugaskan peserta didik untuk melakukan serangkaian kegiatan di luar jam pelajaran tatap muka.
Pelaksanaan tugas dilakukan secara individu atau kelompok. Karena tugas dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, maka metode pemberian tugaa dikalangan peserta didik Iebih dikenaI dengan istilah pekerjaan rumah (PR). Dengan pemberian tugas dalam diri peserta didik akan tumbuh kreativitas dan kebiasaan untuk melakukan serangkaian latihan dan kegiatan belajar di Iuar tatap muka di samping memperoleh serangkaian pengetahuan atau ketrampilan. Guru tidak dapat meninggalkan metode ini, karena untuk menguasai seluruh ruang lingkup bahan pelajaran tidak mungkin hanya dibatasi dengan proses pembelajaran di kelas saja.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)








